Open Run LA Lights Streetball pertama kali diadakan di kota Jakarta pada tanggal 7 – 8 Agustus 2005. Pada saat itu, kompetisi Streetball pertama di Indonesia ini diadakan di Plaza Barat GBK Senayan. Di tahun tersebut, Open Run LA Lights Streetball hanya diadakan di 3 kota saja, yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Namun rupanya, kompetisi streetball pertama kali ini sangat diterima oleh seluruh ballers di tanah air kita ini, dan sejak tahun itu, kompetisi LA Lights Streetball berkembang pesat, dan menjadi kompetisi streetball terbesar di Indonesia.
Open Run pertama yang diadakan di kota Jakarta diikuti oleh tim-tim undangan. Agak berbeda dengan tahun-tahun sesudahnya, di tahun pertama ini, tidak ada sistem pendaftaran, dan hanya tim-tim yang sudah memiliki komunitas saja yang diundang untuk berpatisipasi. Total sebanyak 7 tim streetball pun berpatisipasi di dalam kompetisi ini, yaitu FreeStyle Indonesia (FSI), 9 PM, Golden Island, Blok S Streetball, Ballstar Indonesia, Black Street Streetball, dan Jakarta Street Baller (JSB). Di Open Run pertama ini, tim FreeStyle Indonesia (FSI) pun keluar sebagai juara, setelah mengalahkan tim Jakarta Street Baller (JSB) di babak final. Pada saat itu, beberapa mantan Allstar Nasional LA Lights Streetball pun ikut bermain, sebut saja Joe AKA Main Frame (Allstar Nasional 2005, 2006), Tiko AKA Straight Basket (Allstar Nasional 2006, 2007), Rico AKA Spin Boy (Allstar Nasional 2005, 2006, 2007), Richard AKA Insane (Allstar Nasional 2005), dan masih banyak lagi. Pada awalnya, kompetisi ini hanya berupa permainan streetball murni, tanpa ada yang namanya POINT BREAKER seperti sekarang ini, sehingga point yang didapatkan hanya dari lay up, shoot atau slam dunk. Begitu pula dengan sistem pemilihan Allstar Nasional, 8 (delapan) streetballer terbaik di Jakarta dipilih dan disatukan di dalam satu tim yang bernama tim City Selection Jakarta. Begitu juga sama hal nya dengan Open Run di kota Bandung dan Yogyakarta, ke dua kota ini menggunakan konsep yang sama dengan Open Run di kota Jakarta. Tim City Selection Jakarta kemudian diadu dengan timCity Selection Bandung, dan kemudian terpilihlah 8 streetballer terbaik lagi dari ke 2 tim tersebut, yang tergabung di dalam tim City Selection Jakarta-Bandung. Lalu tim ini kemudian diadu lagi dengan tim City Selection Yogyakarta, dan di akhir acara terpilihlah 10 streetballer terbaik secara keseluruhan sebagai Allstar Nasional 2005. They called themselves as The Best of The Best!
Itulah sekilas sejarah dari kompetisi LA Lights Streetball, yang saat ini merupakan kompetisi terbesar dan termegah di negara kita, Indonesia. To know more about LA Streetball National Allstars, watch them shine on wall of fame!

bisa gak blok'nya warna cerah gtu?
BalasHapuskan item jadi remang-remang gimana gitu.haha
udah gw ganti...
BalasHapus