1. Queen – We are The Champions.
2. Devvon Terrell – And One
3. Ost. L.A Lights Streetball (cek di website http://www.la-streetball.com)
4. ost Step up 3 (Flo Rida feat T-Pain – Low, Madcon – Beggin)
5. Linkin Park - In The End
6. Linkin Park – Qwerty
7. Linkin Park – Numb
8. Linkin Park - Waiting for The End
9. Eminem - Not Afraid
10. Eminem - Till I Collapse
11. Eminem - Ass Like That
12. Eminem feat Rihanna - love the way you lie
13. Bad Meets Evil ft. Eminem, Royce Da 5’9 – Fast Lane
14. 50cent ft. Snoop Dogg, G-Unit - PIMP
15. Fat Joe ft. Lil Jon, 2pac, BIG & 50 cent - Lean Back
16. 50cent ft. Cashis, Llyod Banks - You Don’t Know
17. The Game and 50 cent - This is How We Do
18. Soulja Boy - Crank That
19. Soulja Boy - Speaker Going Hummer
20. Lil Wayne ft. Birdman - Championship Pop Bottles
21. Ludacris – Move Bitch
22. JTL - My Lecon
23. Ost. Tokyo Drift
24. Ron artest- Champion
25. Maroon 5 - Makes Me Wonder
26. Pitbull ft. Ne Yo, Afrojack, Nayer - Give Me Everything
27. Wis Khalifa - Black and Yellow
28. PSC feat T.I Rapper - Do Yo Thang
29. Will Smith - Party Starter
30. Chingy - Right Thurr
31. Far East Movement - Like a G6
32. 30 Seconds to Mars – This is War
33. Snoop Dogg ft, Justin Timberlake - Signs
34. Black eyed peas - The Time
35. Katy Perry feat Kanye West – ET
36. Federico franchi - Cream
37. Travie McCoy- We'll be Alright
38. Dilated People - You Can’t Hide You Can’t Run
39. Jav Kai - Go Get It
40. R Kelly - I Believe I Can Fly
41. U2 – Vertigo
Dub_UK
This Is Ma Blog
Senin, 03 Oktober 2011
Kamis, 29 September 2011
My Idol's Profile
A.K.A : Haleluya
Nama Asli : Rico Pattinama
Komunitas Asal : Future
Nama Asli : Rico Pattinama
Komunitas Asal : Future
Tanggal Lahir : -
Hobby : Sepakbola, Jalan-jalan
Influence : Mario Wuysang, Rajon Rondo
Asal : Bandung
About Him :
Haleluya adalah nama beken yang diberikan oleh Insan, lantaran setiap sukses jadi juara kompetisi streetball, selalu mengucapkan ‘Haleluya’. Rico punya kelebihan skill ball handling. Bermain basket sejak usia 12 tahun, Rico belajar trik-trik streetball di rumah dan klub. Rico sekarang jadi anggota Future, komunitas streetball di Bandung.
Hobby : Sepakbola, Jalan-jalan
Influence : Mario Wuysang, Rajon Rondo
Asal : Bandung
About Him :
Haleluya adalah nama beken yang diberikan oleh Insan, lantaran setiap sukses jadi juara kompetisi streetball, selalu mengucapkan ‘Haleluya’. Rico punya kelebihan skill ball handling. Bermain basket sejak usia 12 tahun, Rico belajar trik-trik streetball di rumah dan klub. Rico sekarang jadi anggota Future, komunitas streetball di Bandung.
To StreetBallers : Perbaiki basic basket, sebelum Belajar Streetball.
ABOUT LA LIGHTS STREETBALL
Open Run LA Lights Streetball pertama kali diadakan di kota Jakarta pada tanggal 7 – 8 Agustus 2005. Pada saat itu, kompetisi Streetball pertama di Indonesia ini diadakan di Plaza Barat GBK Senayan. Di tahun tersebut, Open Run LA Lights Streetball hanya diadakan di 3 kota saja, yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Namun rupanya, kompetisi streetball pertama kali ini sangat diterima oleh seluruh ballers di tanah air kita ini, dan sejak tahun itu, kompetisi LA Lights Streetball berkembang pesat, dan menjadi kompetisi streetball terbesar di Indonesia.
Open Run pertama yang diadakan di kota Jakarta diikuti oleh tim-tim undangan. Agak berbeda dengan tahun-tahun sesudahnya, di tahun pertama ini, tidak ada sistem pendaftaran, dan hanya tim-tim yang sudah memiliki komunitas saja yang diundang untuk berpatisipasi. Total sebanyak 7 tim streetball pun berpatisipasi di dalam kompetisi ini, yaitu FreeStyle Indonesia (FSI), 9 PM, Golden Island, Blok S Streetball, Ballstar Indonesia, Black Street Streetball, dan Jakarta Street Baller (JSB). Di Open Run pertama ini, tim FreeStyle Indonesia (FSI) pun keluar sebagai juara, setelah mengalahkan tim Jakarta Street Baller (JSB) di babak final. Pada saat itu, beberapa mantan Allstar Nasional LA Lights Streetball pun ikut bermain, sebut saja Joe AKA Main Frame (Allstar Nasional 2005, 2006), Tiko AKA Straight Basket (Allstar Nasional 2006, 2007), Rico AKA Spin Boy (Allstar Nasional 2005, 2006, 2007), Richard AKA Insane (Allstar Nasional 2005), dan masih banyak lagi. Pada awalnya, kompetisi ini hanya berupa permainan streetball murni, tanpa ada yang namanya POINT BREAKER seperti sekarang ini, sehingga point yang didapatkan hanya dari lay up, shoot atau slam dunk. Begitu pula dengan sistem pemilihan Allstar Nasional, 8 (delapan) streetballer terbaik di Jakarta dipilih dan disatukan di dalam satu tim yang bernama tim City Selection Jakarta. Begitu juga sama hal nya dengan Open Run di kota Bandung dan Yogyakarta, ke dua kota ini menggunakan konsep yang sama dengan Open Run di kota Jakarta. Tim City Selection Jakarta kemudian diadu dengan timCity Selection Bandung, dan kemudian terpilihlah 8 streetballer terbaik lagi dari ke 2 tim tersebut, yang tergabung di dalam tim City Selection Jakarta-Bandung. Lalu tim ini kemudian diadu lagi dengan tim City Selection Yogyakarta, dan di akhir acara terpilihlah 10 streetballer terbaik secara keseluruhan sebagai Allstar Nasional 2005. They called themselves as The Best of The Best!
Itulah sekilas sejarah dari kompetisi LA Lights Streetball, yang saat ini merupakan kompetisi terbesar dan termegah di negara kita, Indonesia. To know more about LA Streetball National Allstars, watch them shine on wall of fame!
Langganan:
Komentar (Atom)

